Hot!

Other News

More news for your entertainment

Merusak Harga Pasar, Dell Luncurkan Laptop Gaming Harga Murah

Foto : jalantikus.com
Perhelatan dalam industri teknologi saat ini memang semakin ketat. Para pengembang baik itu laptop, komputer ataupun smartphone, semua didorong untuk terus berinovasi. Tanpa melakukan inovasi, bukan tidak mungkin perusahaan mereka akan tertinggal dan bankrut.
Berbicara mengenai inovasi, beberapa pekan lalu kita tahu bahwa laptop gaming Alienware besutan Dell telah hengkang dari Indonesia. Tampaknya Dell memberikan cukup perhatian akan hal ini, dibuktikan dengan inovasi barunya yang meluncurkan sebuah laptop gaming dengan harga terjangkau. Penasaran?

Dell Luncurkan Laptop Gaming dengan Harga Terjangkau, Benarkah?

Dell merupakan sebuah merek produk komputer yang sudah mendunia. Salah satu hal yang membuat Dell terkenal adalah produk komputer gaming-nya yang diberikan kode nama Alienware. Alienware sendiri terkenal karena sudah terbukti akan kemampuan dan kualitasnya sebagai produk komputer gaming.
Namun beberapa pekan lalu datang sebuah kabar dari pihak Dell dan Alienware. Dikabarkan karena kurang laku, akhirnya Alienware milik Dell terpaksa hengkang dari Indonesia. Hal ini dapat dipahami, karena memang meskipun produk Alienware tergolong sangat baik, harganya pun tergolong sangat tinggi.
Melihat hal ini tampaknya tidak membuat Dell menyerah dan diam begitu saja. Tidak lama, rupanya Dell kembali berinovasi. Dikabarkan baru saja Dell meluncurkan seri laptop gaming terbarunya dengan harga terjangkau, yaitu New Inspiron 15 7000 Gaming.
Foto : Cnet
Harga yang ditawarkan oleh Dell benar-benar menarik dan mengubah mindset harga laptop gaming yang saat ini cenderung mahal. Dell membanderol laptop gaming terbarunya tersebut dengan harga mulai dari US$799 atau Rp 10,7 Juta.
Nah, kira-kira seperti apa spesifikasi lengkapnya? Berikut Jaka kasih tahu.
DetailSpesifikasi
MerekDell
TipeNew Inspiron 15 7000 Gaming
Prosesori5-7300HQ Quad Core
GrafisNviida GTX 1050 4GB GDDR5
Layar15.6-inch 1920 x 1080 Anti-Glare LED-Backlit Display
RAM8GB 2400MHz DDR4, mendukung hingga 32GB
Ruang Penyimpanan1TB 2.5-inch (5,400 RPM) SSHD 8GB
Harga KisaranRp 10 Juta

Jadi Apakah Laptop Ini Menarik?

Nah, apakah laptop ini menarik atau tidak? Mari simak analisis singkat Jaka berikut.
Kemampuan sebuah kartu grafis pada kasus gaming penting sekali. Dahulu permasalahan yang terus dialami oleh para gamer laptop adalah dengan terpangkasnya kemampuan kartu grafis untuk versi laptop. Hal ini ditandai dengan huruf "M" pada akhirkan kartu grafisnya.
Dahulu laptop gaming yang mempergunakan GTX 970M, pada umumnya harganya kisaran Rp 25 juta ke atas. Sementara GTX 960M ada dikisaran Rp 20 juta ke atas. Lalu untuk GTX 950M ada dikisaran Rp 13 juta ke atas. Nah, hal ini akan menarik apabila kita membuat bagan berdasarkan data ini. Berikut bagannya.
Kartu GrafisBenchmark FuturemarkKisaran Harga Laptop Gaming
GTX 970M9640 PoinRp 25 Jutaan
GTX 10508610 PoinRp 10 Jutaan
GTX 960M5340 PoinRp 20 Jutaan
GTX 950M4410 PoinRp 13 Jutaan

Kesimpulan

  • Ada dua buah revolusi teknologi pada laptop gaming di sini. Satu, yaitu perubahan dari arsitektur Maxwell ke Pascal yang memiliki jarak performa yang jauh. Lalu yang kedua adalah dengan hilangnya pemangkasan performa pada kartu grafis untuk laptop gaming, ditandai dengan hilangnya huruf "M" pada nama akhir kartu grafisnya.
  • Hal ini membuat harga pasaran laptop gaming dengan kartu grafis seri GTX 9XXM kemungkinan besar akan terjun bebas. Dapat dipahami, karena versi desktop sendiri mengalami hal yang sama pada saat awal perpindahan generasi dari Maxwell menuju Pascal.
  • Apabila kamu yang hanya fokus pada masalah performa gaming, laptop gaming harga terjangkau ini Jaka rasa akan cocok dengan kamu.
Nah, itulah dia barusan berita dari Jaka mengenai Dell yang meluncurkan sebuah laptop gaming dengan harga terjangkau. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu tertarik untuk memilikinya? Tinggalkan pendapatmu di kolom komentar ya!
Sumber : Jalantikus.com

Salut, Mahasiswa Bandung Ini Jual Agar-agar Sambil Pikul Perpustakaan Keliling

Foto: Detik


Budi Rustandi adalah seorang mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kesehariannya, selain menjadi mahasiswa, dia juga berjualan agar-agar. Biasanya dia berkeliling menjajakan dagangannya dari tempat tinggal kawasan Ujung Berung hingga Cibiru Hilir Kota Bandung sambil berjalan kaki.
Berangkat dari keluarga yang kurang mampu, membuat Budi harus berdagang sambil kuliah agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Sejak 2010, dia sudah melakoni hal ini.
Sekitar empat bulan yang lalu, ada yang berbeda dari barang jualannya. Pasalnya, Budi tidak hanya memikul agar-agar yang dijual, tetapi juga puluhan buku bacaan. Seperti, novel, buku agama, komik hingga buku filsafat. Kerennya lagi, semua buku itu adalah miliknya.
Menariknya, buku yang dibawa Budi berkeliling bukan untuk dijual, tapi untuk dibaca. Budi sengaja menyulap sebagian ruang pikulnya untuk dijadikan perpustakaan keliling.
“Muncul ide buat perpustakaan keliling ini sekitar empat bulan lalu. Saya ingin menularkan minat baca dan berbagi ilmu dari buku-buku yang dibawa ke masyarakat,” kata Budi, sebagaimana dikutip Detikcom, Selasa (10/01/2017).
Mahasiswa semester tujuh ini mengaku membuat perpustakaan keliling terinspirasi kegiatan kemasyarakatan yang pernah diikutinya. Saat itu ia bersama sejumlah mahasiswa pernah membuat perpustakaan.
“Waktu itu saya pernah sama teman-teman (mahasiswa) bikin perpustakaan sebagai kegiatan kemasyarakat. Tapi kalau perpustakaan di suatu tempat itu butuh uang buat nyewa dan belum tentu masyarakat mau menghampiri. Jadi Saya memilih jemput bola (perpustakaan keliling),” ucap dia.
Perpustakaan keliling milik Budi tidak hanya memfasilitasi buku-buku untuk dibaca oleh masyarakat. Tetapi Budi juga menyempatkan berdiskusi tentang buku yang dibaca oleh masyarakat sesama pedagang maupun warga sekitar. Respon masyarakat terhadap perpustakaan keliling miliknya pun cukup baik.
“Ada juga masyarakat yang pinjam, saya persilahkan. Berarti minat baca masyarakat masih ada, justru itu yang saya inginkan dengan perpustakaan ini,” terang Budi.
Kesibukannya berjualan agar-agar dan perpustakaan keliling ini tak membuatnya melupakan kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Ia tetap mengutamakan pendidikannya sambil mencari biaya untuk kehidupannya.
Tak dipungkiri, dengan mengurangi jumlah agar-agar yang dijual lantaran digantikan dengan buku, membuat pendapatannya berkurang. Tetapi keinginannya untuk menebarkan virus membaca kepada masyarakat itu membuatnya menjadikan perpustakaan keliling ini sesuatu yang berharga.
“Walau pun saya orang kurang mampu, tapi daya ingin menunjukkan bahwa pendidikan itu penting. Enggak semua hal bisa dibeli pakai uang, perpus keliling ini keinginan saya dari hati,” ungkap dia.
“Saya bisa kuliah sejauh ini dari jualan agar-agar, walaupun awal-awal saya dibantu-bantu biaya oleh dosen saya. Setiap hari alhamdulillah bisa nabung Rp 20 ribu untuk biaya kuliah,” tambah Budi.
Ia berharap ke depan, bisa membentuk komunitas perpustakaan keliling. “Saya pengen nanti bikin komunitas perpustakaan keliling. Anggotanya para pedagang juga. Sudah ada dua pedagang yang mau, cuman kendalanya bukunya belum ada,” pungkas Budi.
Sumber : satumedia.co

Kursi Roda Tak kunjung Datang, Nenek Ini Digendong Pramugari Turun dari Pesawat

Foto: Juara.in

sikap teladan ditunjukan oleh seorang pramugari maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Ia dengan tulus menggendong seorang nenek turun dari kabin pesawat yang ditumpanginya.
Sang nenek digendong pramugari bernama Vera saat hendak turun dari pesawat dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 821 dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Sabtu (7/1/17) siang. Sekitar pukul 13.55 WIB pesawat tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
“Ketika penumpang sudah keluar semua, terlihat seorang penumpang perempuan lanjut usia masih terduduk di kursi 41C dengan ditemani salah seorang anggota keluarganya. Tanpa menunggu lama, awak kabin Vera mendatangi penumpang tersebut yang terlihat membutuhkan kursi roda untuk bisa keluar dari dalam pesawat,” tutur VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny Siga Butarbutar dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Detikcom.
Vera menolong nenek yang baru saja melakukan perjalanan ibadah umrah. Sang nenek sebenarnya sedang menunggu kursi rodanya. Sambil menunggu kursi roda, percakapan kemudian terjadi antara Vera dan nenek tersebut.
“Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, kursi roda belum datang juga, maka Flight Service Manager (FSM) Ninik Septinawati dan pramugari Vera segera menawarkan bantuan untuk dapat secepatnya membantu penumpang keluar pesawat,” ujarnya.
Karena tak tega melihat nenek menunggu terlalu lama, Vera kemudian menawarkan diri untuk menggendong penumpangnya itu. Ini dilakukan karena waktu menuju penerbangan berikutnya yang semakin dekat.
“Hal itu dilakukan mengingat baik awak kabin maupun penumpang akan melanjutkan ke penerbangan berikutnya. Segera Vera berinisiatif menawarkan dirinya untuk menggendong penumpang lanjut usia itu dari kursi belakang menuju pintu keluar di depan,” jelasnya.
Vera kemudian menggendong nenek tersebut menuju pintu depan. Tak lama berselang, kursi roda yang ditunggu pun akhirnya datang juga.
“Apa yang dilakukan awak kabin Garuda Indonesia merupakan bagian dari standar layanan profesional Garuda Indonesia. Melayani dengan sepenuh hati dan dengan tulus merupakan ciri khas layanan kami. Apa yang dilakukan Vera sebetulnya merupakan bukti dan cerminan kerja profesional. Yang jelas, para awak kabin telah berinisiatif untuk mencari solusi atas situasi yang ada,” pungkasnya.
Sumber : satumedia.co

Jangan Takut Bersama Lelaki yang Belum Mapan. Tapi Lepaskan Dia yang Kerap Berkata Lelah Saat Berjuang

http://nouba.com.au
Di zaman sekarang, banyak cewek yang memilih pasangan dilihat dari segi materi saja. Seolah mereka takut untuk hidup kekurangan, dan materi seakan menjamin hidup lebih mudah. Buat beberapa cewek mereka lebih baik mencari lelaki yang sudah mapan bawaan orangtua daripada menemani seorang cowok berjuang dari nol.
Kemapanan kini memang menjadi syarat untuk bisa disebut sebagai pasangan idaman. Tapi apakah kamu akan pergi begitu saja saat laki-laki yang bersamamu belum juga menemukan level kemapanannya? Justru bukan laki-laki yang sedang berjuang, yang layak kamu tinggalkan. Dia yang seringkali mengeluh semasa berjuang, adalah dia yang layak kamu tinggalkan.

1. Upaya baru saja dimulai, tapi dia sudah mengeluh lelah. Jangan ragu untuk pergi, karena kamu tidak akan bahagia memilikinya

Dia tidak memiliki keteguhan via nouba.com.au

 

Kekasihmu sering mengeluh lelah saat meniti karir? Jadilah teman yang baik, yang bisa jadi mood booster untuknya. Namun jika selalu mengeluh, bahkan setiap hari dan membuatmu sebagai pasangan jengkel, jangan ragu untuk meninggalkannya.
Laki-laki dituntut memiliki keteguhan hati yang lebih daripada perempuan. Karena dia akan jadi imam sekaligus penuntun bagi keluarganya. Jika setiap saat dia terlihat lesu dan tampak ingin menyerah, dia bukan laki-laki yang baik dan tidak bisa jadi penopang hidupmu.
 Bagaimana kamu bisa bahagia jika laki-lakimu saja setiap hari menampakkan kelemahannya. Putus asa dan malas-malasan dalam menapaki hidup, padahal dari hasil kerja kerasnya, akan dibangun sebuah keluarga di dalamnya.


2. Temani laki-lakimu berjuang. Tapi jangan bertahan pada dia yang tak mau bangkit saat jatuh. Itu menunjukkan dia tak memiliki daya juang yang tinggi

Memiliki daya juang yang rendah via nouba.com.au

 

Soal rezeki memang hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Begitu juga soal jatuh bangunnya seseorang. Jangun malu ataupun ragu saat lelakimu jatuh, temani dan sediakan rengkuhan terhangat saat dia pulang padamu. Begitu hari berganti, dia akan memiliki keinginan untuk bangun dan siap menghadapi hidup.
Jika setelah kejatuhannya dia tak mau mencoba lagi, merasa bosan dengan rasa sakit yang diperolehnya saat membangun karir, tak ada alasan kuat lainnya yang bisa kamu gunakan untuk mempertahankan lelaki seperti itu.
Memperjuangkan hidupnya sendiri saja dia malas-malasan, apa kamu yakin dia bersedia berjuang lebih untukmu di masa mendatang?


3. Saat laki-lakimu lelah, hibur dan tenangkan jiwanya. Namun jika tiap harinya banyak mengeluh, jangan banyak berharap bersamanya

Hiburlah sesekali via nouba.com.au

 

Lelah akan selalu ada selama kita hidup. Dan sebagai pendamping, tugas kita adalah menghibur dan selalu bisa menenangkan hatinya, kapanpun ia membutuhkan. Sediakan segelas teh dan dengarkan keluh kesahnya. Namun satu yang pasti, seorang laki-laki sejati tidak akan banyak mengeluh sesering apapun hidup melukainya.
Jika lelakimu sudah kerap mengeluhkan ini-itu tentang pekerjaannya, lepaskanlah. Toh selama dia berniat memiliki kehidupan yang lebih baik, sekeras apapun cobaan datang untuknya, selama dia mau berusaha, dia tidak akan mudah dikalahkan.
Apa kamu tahan mendengarkan lelaki yang gemar mengeluh di setiap harinya, padahal hidupmu sendiri pun sudah cukup sulit tanpa ditambah keluh kesahnya.


4. Tak apa saat pasanganmu jatuh dan gagal. Kalau dia bersedia terus mencoba, dia layak kamu temani hingga nanti

 
yang penting dia mau selalu mencoba via nouba.com.au

Pasanganmu gagal dalam segala upayanya? Tak apa, jangan pergi dan tetaplah setia menemani. Apalagi kalau dia mau dan tak ragu untuk terus mencoba lagi. Bukan perkara berapa hasil atau berapa rugi yang dia dapatkan semasa berjuangnya, tapi berapa kali dia bangun dan berapa kali dia mau bangkit .
Toh sukses tidak akan didapatkan dalam semalam, kamu sebagai pasangan diharapkan untuk mau memakluminya. Mungkin kini dia bukan apa-apa untuk orang lain, tapi disertai doa dan dorongan semangatmu yang tak luntur karena kegagalannya, dia bisa jadi seseorang yang lebih daripada dia hari ini.
Semua tergantung padanya, percuma saja kamu mengajaknya berdiri tiap hari, sementara dia enggan dan lebih memilih terpuruk selamanya.


5. Laki-laki yang malas dan sekadar lelah itu berbeda. Sebagai pendamping, kamu wajib paham mana yang memang enggan lagi berjuang atau sekadar butuh suntikan semangat

bedakan mana yang memang niat berjuang via bridalmusings.com 
Kamu sebagai perempuan harus bisa membedakan mana laki-laki yang memang sedang berjuang untuk mapan, atau yang sekadar bicara omong kosong. Lelaki yang memang sedang nyata berjuang mungkin tak memiliki banyak waktu menemani kamu kemana-mana, karena dia mesti menyelesaikan tumpukan pekerjaan, dan tak sempat memberi kabar setiap waktu.
Dia yang nyata berjuang tak malu untuk memulai dari nol. Hidupnya realistis, bahwa untuk sampai di atas dia perlu berjuang dari bawah. Berbeda dengan dia yang memang malas memulai. Hidupnya hanya dihabiskan main kesana-kesini, hura-hura meski umur sudah dewasa, dia tak malu masih minta pada orangtua.
Yakinkan pada pasanganmu bahwa di dunia ini memang ada seorang perempuan yang mau menemani berjuang, bukan sekadar dongeng belaka. Dalam hidup bukan tentang bagaimana kamu bisa membalas saat “dipukul”. Tapi tentang bagaimana kamu bisa kembali berdiri lagi saat “dijatuhkan” berulang kali.

Sumber : Hipwee

Ketika Cinta Bertemu dalam Naungan Abadi

 
Foto : satumedia.co

Akhirnya, laki-laki ahli ibadah ini menemukan kekasihnya. Hatinya tertambat pada sosok wanita yang berketurunan terhormat, cerdas, lagi cantik jelita. Rebutan banyak laki-laki di masa dan wilayahnya.
Saat cinta semakin kokoh di hati sang laki-laki, dia pun memberanikan diri untuk mendatangi wali si wanita. Hendak ungkapkan cinta agar berlanjut ke jenjang nikah penuh berkah.

Sebenarnya, cinta keduanya bertemu. Sang wanita juga tertambat pada kemasyhuran, ketampanan, dan keshalihan sang laki-laki ahli ibadah. Keduanya saling dilanda rindu, merasuk ke dalam hatinya.
Makin hari, tumpukan rindu itu kian bertambah. Meninggi gunung meluas samudra. Hampir saja, tak ada halangan bagi terlaksananya pernikahan yang didambakan.

Sayangnya, keduanya harus menuruti ketentuan orang tua si wanita. Sebagai ayah yang baik, ia menjodohkan anak gadisnya itu dengan anak laki-laki saudaranya, sepupu. Tak bisa mengelak, sang laki-laki ahli ibadah pun mundur teratur. Meski cintanya tak berkurang. Justru, makin bertambah.

Sang wanita, rupanya tak kehabisan cara. Lantaran desakan cinta yang sampai ke ubun-ubun, dia menawarkan sebuah tindakan yang tak pernah terkira sebelumnya. Dia mendatangi sang ahli ibadah dengan ajakan yang amat menggiurkan bagi laki-laki zaman kini.

Kata si wanita, “Datanglah. Atau, akan kuatur waktu agar kita bisa bertemu.” Itu, jelas sekali merupakan kalimat ajakan untuk berhubungan suami istri, sebab cintanya makin menggebu-gebu.
Namun, sang laki-laki ahli ibadah benar-benar memahami. Sedikit pun, dia tak sepakat dengan rayuan si wanita, meski dia sangat menginginkannya.

Mendapat penolakan dari sang laki-laki, si wanita sangat terpukul. Malu tiada terkira. Dia pun mengambil jalan yang ditempuh oleh si laki-laki, mengasingkan diri dari manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, menjadi wanita ahli ibadah.

Berjalan lama, cintanya kepada si laki-laki justru kian bertambah. Badannya menjadi kurus, meski ruhaninya kian gagah. Berbilang masa kemudian, si wanita meninggal dunia. Cinta untuk si pemuda didekap dalam hatinya, dibawa menuju nikmat kubur yang abadi.

Pada suatu malam, sang laki-laki bermimpi bertemu dengan wanita tambatan hatinya itu. Dia terlihat mengenakan gaun serbaputih, cantik, wangi, dan sangat memesona. Keduanya terlibat dialog mengharukan tentang cinta mereka.

“Cinta untukmu kian bertambah,” kata si wanita yang diikuti sebuah kabar, “Tak lama lagi, kita akan kembali bersua.”

Tepat tujuh hari setelah mimpi itu, laki-laki ahli ibadah ini meninggal dunia. Keduanya bertemu dalam naungan cinta yang lebih abadi karena berhasil memenangkan iman atas desakan syahwatnya. 

Sumber: satumedia.co